tulisan ini ga penting sih (sejak kapan saya nulis sesuatu yang penting? :p). a little story of my friday. something I wanna share to all of you. baru jumat kemarin ini. yaah, penting ga penting, semoga bermanfaat. kalaupun engga, cukuplah Tuhan yang memberi balasannya, hehe xp
ceritanya, selesai ngajar, jam 3 kurang seperempat kalo ga salah, niatnya mau langsung cabut. namun apa daya, Tuhan berkehendak lain. bumi gonjang-ganjing, turunlah hujan deras. ditambah perut keroncongan, saya pun mengurungkan niat pulang. makan dulu deh bungkusan yang udah disediain, buka… jreng jreng! nasi gudeg!! alhamdulillah :)
sambil menunggu hujan agak reda, saya pun menghabiskan gudeg hasil keringat sendiri sambil ngobrol2 dengan asisten lain: mba naya, risa, tira, faisal. banyak hal yang kami obrolkan di sore mellow (gara2 hujan) itu. mulai osce, kompre, make up, prosus, koas, sampai gosip! gudeg habis, perut kenyang, hujan (agak) reda! itu yang saya sebut “indah pada waktunya” hahaha :D kami pun turun ke bawah, meninggalkan lantai tertinggi di gedung RP yang saat itu mulai menggelap.
sebelum pulang, saya sempatkan menengok ruang kuning di pojokan, that’s ruang BEM! dari sinilah niat awal saya untuk segera pulang buyar sudah. memang tempat ini adalah tempat penuh godaan. ketika (tidak) sengaja ke BEM dan bertemu dengan orang2 yang (tidak) tepat, bisa dipastikan saya akan nyangkut berjam-jam di ruang itu. begitupun dengan sore itu. dengan tangan cenat-cenut merah2 gara2 bawa kresek penuh jas asisten yang mau di-laundry, saya pun segera “ndlosor” di lantai BEM. sementara itu, di sofa hijau penuh keempukan, duduklah beberapa orang yang (tidak) tepat itu: biah, fajri, rido, one, hady, tari, bg fad, resy.
makin sore, satu per satu mulai undur diri, kecuali beberapa menteri baru dengan muka galau gundah gulana mempersiapkan kongres esok harinya. persis seperti muka saya setahun yang lalu, hehe. ga ada kerjaan, hiburan saya adalah meminjam hape dan atau BB orang2 untuk sekedar melihat2, main games, puter playlist, atau kadang membajak (hehe). as usual, salah satu target bajakan saya adalah hady. kenapa? karena dia satu2nya orang yang rela dan ikhlas, bahkan menawarkan BB untuk dibajak. “gapapalah, buat menyalurkan kegalauan”, katanya. whatever! mau saya dibilang galau atau apalah. dan memang hari itu anak ini agak nyebelin cz he always sing “rindu-pilu-rindu-pilu” ga jelas…
selesai “main2” sama BB orang, saya pun terlibat obrolan serius tahun ketiga (hahaha) dengan Mr. Ridotu. dari sinilah saya mulai mengobrol panjang kali lebar sama dengan luas bersama beliau hingga saya tidak bisa pulang (nanti akan saya ceritakan). sebelumnya, saya kenalkan dulu tentang beliau biar lebih chummy.
namanya ridotu solichin, ex-menteri pendpro, sang pembaharu dari kota Pati. orangnya kritis dan sangat idealis yang karena itu kadang bikin dia rempong sendiri. bagus sih! tapi ya itu tadi, beliau suka malah pusing sendiri dengan pikiran2 idealisnya. dan yang saya katakan hanya, “be realistic do!” haha..
ada dua sebutan saya untuk beliau, suhu dan Mr. SKDI (standar kompetensi dokter indonesia-red). suhu, karena saya sering sharing (lebih tepatnya saya yang lebih banyak tanya) tentang materi kuliah, dan Mr. SKDI karena diantara 180 anak angkatan 2008, mungkin hanya dia yang masih peduli dengan SKDI. beliau selalu “berusaha” menguasai tuntutan SKDI, baru setelah itu menambah ilmu2 lain. luar biasa khan?? hingga ketika saya memandang buku SKDI hijau di rumah yang (belum pernah betul2) saya baca, selalu terbayang muka rido, wakakak :DD #peace do!
cukup perkenalannya. saya ga tau udah seberapa gede kepalanya kalau baca ini. then, kami pun ngobrol ngalor-ngidul. membahas apa to yang sebenernya dibahas di blok 3.4 ini. lanjut ke review materi kuliah week1. lanjut ke blok2 sebelumnya yang masih berhubungan. blok 1.1 tentang tulang2an, 1.5 tentang syaraf2an, dll. saya sambungkan ingatan2 itu, dari sini ke situ, dari situ ke sana. hemm, tau apa yang saya pikirkan? useless!! ingatan2 akan pelajaran blok2 dasar itu menguap entah kemana. soo saad..
akhirnya, dari obrolan tentang materi kuliah, kami pun membahas tentang masa depan. bukan. bukan masa depan yang begituan. tapi masa depan kami nantinya sebagai dokter. kok keknya berat banget ya mau jadi dokter? jadi dokter yang “benar2 baik” lho. kalau jadi dokter2an, maybe semua orang bisa. tapi untuk menjadi dokter yang “benar2 baik”, yang bisa jadi 5 stars doctor, yang benar2 dibutuhkan dan bermanfaat buat masyarakat??
alih2 mikir ke sana, saya pun sedikit flashback. betapa oh betapa. betapa saya merasa menyia2kan masa2 undergraduate saya. mengapa oh mengapa saya begitu amat sangat tidak maksimal sekali menyerap ilmu 2,5 tahun ke belakang. seakan2 selama ini saya belajar hanya untuk memenuhi tuntutan fakultas, bukan untuk pasien kelak. ilmu yang “kotongan”, masih amat sangat lemah bahkan di ilmu2 dasar apalagi klinik.
kami pun membahas praktikum2 selama ini yang sepertinya terlewatkan begitu saja. mungkin selama ini, kami (saya lebih tepatnya) hanya terjebak memikirkan bagaimana melewati pre-test dan melalui post-test. just it! then, the meaning of praktikum nguap begitu aja. padahal kalau dipikir untuk ke depannya, ilmu2 itu amat sangat saya butuhkan.
sebut saja anatomi. saya merasa masih sangat lemah dalam ilmu dasar yang harusnya hapal luar kepala. jadi inget yang dibilang dokter sapa gitu pas lecture.
yang mbedain dokter sama orang awam adalah dokter itu harus tahu tentang anatomi. apa jadinya dokter ga ngerti tentang anatomi? yang ada malpraktek..
makjleb..
next, mikrobio. praktikum yang hanya terlewatkan dengan cat sana-cat sini, kultur sana-kultur sini, mewarnai sana-mewarnai sini. padahal, yang paling penting adalah gimana identifikasinya. dan jujur, saya ga ngerti tentang yang ini. kami pun berandai2, padahal kalau besok udah di klinis, kerja di puskesmas atau daerah pinggiran, kami harus ambil sampel, identifikasi, atau paling ga cat gram. you know lah, indonesia kan masih banyak kasus2 infeksi ini.
makjleb lagi..
next, PK (patologi klinik-red). praktikum yang juga terlewatkan hanya dengan belajar pretest. setelah itu, ga ngerti apa2. bahkan mungkin hanya beberapa praktikan yang benar2 mendengarkan penjelasan dokter sebelum praktikum. bisa dihitung pake jari tangan lah. lainnya, antara dengar engga, antara ngerti engga, included me. then, saya pun terdiam ga melakukan apa2. toh kebanyakan langkah2 praktikumnya dilakuin sama laboran. saya? cuman mipet sana-mipet sini.
baru saya sadari praktikum ini sebenernya penting banget ketika waktu itu pernah saya disms saudara saya yang lagi ambil spesialis. beliau lupa tentang pemeriksaan pk bwt penyakit ini-itu bwt pasiennya dan akhirnya tanya saya. saya, yang masih undergraduate, yang (harusnya) masih fresh2nya, ditanya begitu ga tau apa2.
Mr. SKDI bilang, “sebenernya yang paling penting itu bukan ngapalin range normal hasil labnya karena itu besok udah dilampirin sama labnya, tapi gimana menginterpretasikan hasil lab itu.” kalau hasilnya begini, berarti prosesnya begini, berarti penyakitnya ini. atau sebaliknya. kalau sakit ini, kita harus periksa ini, berarti kita butuh pemeriksaan penunjang ini. aaahh, dan saya sadari mindset saya belum terbangun bwt begituan.
masih banyak hal2 serta proses belajar lain yang kami bahas, yang selama ini kami jalani dan terlewatkan begitu saja. intinya, masih banyak kekurangan dan kelemahan yang saya miliki di sana-sini kalau mau jadi dokter beneran. dan parahnya, ini baru saya sadari setelah tahun ketiga. namun semoga belum terlambat untuk memperbaiki itu semua. ya Alloh, saya mau jadi dokter baik2!!
bang fad pun datang. kalian tahu membawa apa? mulai dari taplak, dompet, sampai tas cewek. oh, ternyata!! eits, jangan salah dulu. semua barang2 itu pure terbuat dari kresek lho. itu bikinan ibu2 yang mau dipromosiin gitu. ada barang2 begituan, tercetuslah jiwa “sedikit” alay saya dan “banyak” alay nya dimas. kami (saya dan dimas) pun coba barang ini-itu, foto sana-foto sini. ya Alloh, maafkanlah kamii!! terutama dimas, yang gaya alaynya minta ampun..
malam makin larut, dan hujan belum juga mau reda. ditambah kenyataan saya ga bawa jas hujan, saya pun tahan2kan di BEM, padahal mata udah ga nahaaann!! udah kangen meniduri kasur rumah!! tapi apa daya, demi menghindari air hujan….niat awal yang maunya habis ngajar langsung pulang, saya malah terdampar hingga sekitar jam 8 malam. krikkrikkrikkk….
akhirnya saya dan Mr. SKDI pun melanjutkan obrolan mengenang masa muda (berasa tua). mengenang masa2 perjuangan kami mendapatkan kursi di UGM. perjuangan saat kelas 3 sma hingga ujian UM. saya yang saat ujian UM full day ditemani semua anggota keluarga yang udah kek mau piknik. sementara rido sendirian menghadapi ujian UM karena terpisah dengan rombongan sesama pejuang Pati. beliau berjuang hanya ditemani minuman berenergi kratingda*ng. “ben pas ujian ra ngantuk”, begitu alasannya.
di tengah obrolan, tiba2 satu makhluk alay datang, sebut saja namanya eek. lengkaplah sudah… beliau baru saja selesai raker TBMM. parahnya, di tengah perut kami yang keroncongan, ternyata beliau sudah delivery makanan sampah (junkfood) bernama KF*. eek pun akhirnya pulang begitu saja.
malam kian larut, mata kian ingin mengatup, saya pun terlelap di sofa hijau yang udah berasa di surga duniawi. sekitar 20 menit akhirnya saya tertidur. ketika terbangun dan perlahan saya buka mata, terlihat masih ada anak2 yang bertahan main catur. saya lihat jam dinding yang tergantung di BEM, wow, sudah jam 9 malam. saya lihat ke luar, hujan masih belum berhenti. saya pun putuskan untuk bagaimanapun caranya bisa mendapatkan jas hujan. emaaakk, mau pulaaang!!
di tengah hujan yang masih setia mengguyur, di tengah kegelapan kampus, saya berjalan2 sendirian mengitari kampus berlindungkan payung. jalan sana-jalan sini, becek sana-becek sini, ahh, ternyata sudah begitu banyak kenangan akan kampus ini! bahkan di setiap sudut. teringat dulu pernah bersama anak2 DICARI (sie acara PPSMB 2009-red), tengah malam kami ber9 mengitari kampus demi mencari lubang dan memberi nomor untuk ditanami pohon keesokan harinya. saat itu kami sebut kegiatan itu “mencari lubang di malam hari”, hehehe xp
akhirnya saya pun sampai di pos satpam selatan. sejenak saya terlibat obrolan2 bersama bapak2 satpam di pos tersebut. walaupun pada akhirnya tidak saya dapatkan selembar jas hujan pun, cukup menyenangkan bisa mengobrol dengan bapak2 satpam yang baik hati.
kembali ke bem, anak2 udah kelaparan dan kebelet pulang. saya pun makin kebingungan gimana caranya bisa pulang. feri menawarkan jas hujannya, tapi saya ga tega. masa iya saya merebut jas hujan dari anak 2010?? ehehe. akhirnya, inspirasi itu datang dari nisa yang tiba2 muncul. “ambil jas hujan aja mba di bursa”, begitu kata2 penuh pencerahan itu terdengar. “tapi bayar yaaa…” zzzzz #suram
apa boleh buat. akhirnya, dengan kunci bursa yang dipegang Rinda, pintu bursa pun terbuka dan saya pun mengambil jas hujan dengan status “UTANG”, hehehe. dengan bangga saya pakai jas hujan utangan itu dan bersiap pulang. namun tiba2…… omaigat, motor saya ga bisa nyala. saya baru sadar, motor saya suka ngambek kalau abis keujanan. kalaupun hidup, hanya bertahan beberapa detik, lalu *pet* mati begitu saja.
anak2 lain udah pada pergi tanpa jejak. saya pun berasa terdampar di pulau terpencil di ujung timur Indonesia. namun akhirnya, alhamdulillah, setelah sekitar beberapa menit kemudian, mesin motor bersahabat juga. saya pun akhirnya dapat melenggang pulang dengan jas hujan utangan. yah, walaupun dengan berbagai PR demi menjadi dokter baik2.. hehe.. amiiiinnn :)
